Friday, December 23, 2011

Bersama… Mari Kita Berubah…

Kesenangan dunia memang sangat melalaikan. Merenggut waktu, merenggut jiwa. Semua yang telah kita usahakan untuk mencapai kesenangan akhirat berupa surga Allah swt. dapat langsung hilang dari hati kita karena kesenangan dunia ini. Terasa baik oleh kita, tapi kenyataannya adalah buruk untuk kita. Memang awalnya terasa baik, tapi akhirnya kelalaian yang kita dapat.



Masa muda sulit, walaupun kelak kita dewasa dan tua nanti mungkin akan bertemu kesulitan yang lain. Banyak anak-anak muda sekarang yang terlihat biasa saja, “enjoy” dengan keadaan mereka. Padahal mungkin yang mereka sedang lakukan adalah hal yang “kurang bermanfaat”. Mari mencoba untuk merubah dari yang kurang bermanfaat menjadi bermanfaat.

Kehidupan sekarangpun telah berkembang, teknologi telah maju, bersosialisasi makin mudah. Jika kita sadar, semua itu adalah cobaan. Allah mungkin sedang melihat bagaimana kita mengatasi ini. Pembunuhan, minuman keras, narkoba dll yang merusak moral manusia makin mudah dijumpai. Game online, Facebook, twitter dll yang melalaikan manusia makin mudah diakses.

Semua bisa kita putar balikan, bukan dihilangkan sarana tersebut, tetapi “dimodifikasi” atau kita ubah kegunaan sarana tersebut sebagai media dakwah. Jangan biarkan mereka mewarnai kita, tetapi biarkan kita mewarnai kita. Jadilah sebagai cahaya lilin yang tidak memandang siapapun untuk ia sinari.

Mari gunakan masa muda ini untuk hal-hal yang bermanfaat agar di masa tua nanti kita  tidak menyesal. Sibukkan dengan hal yang bermanfaat, yang menambah wawasan, ilmu serta iman kita.

Baca buku, artikel, majalah dll. yang dapat menambah wawasan kita. Memaksa diri ini memang tidak mudah. Oleh karena itu tambah ilmu wawasan agar kita tahu manfaat serta akibat dari aktivitas yang kita jalani. Bukankah jika kita tahu manfaat dari yang kita jalani akan menjadi suatu dorongan untuk berbuat yang lebih baik dari itu? Yang terakhir, jangan lupa berdo’a kepada Allah swt. karena semua hal yang kita lakukan tidak akan membuahkan hasil jika kita tidak di ridhoi-Nya.

Memang sulit diawal, tetapi itulah yang dinamakan perjuangan. Tahan keinginan buruk kita, tahan hawa nafsu kita. Paksa diri ini untuk melakukan hal yang terbaik. Bagiku selama diri kita belum melakukan yang terhitung baik, itu namanya belum kita paksa. “Paksa”, bagiku adalah sampai kita berhasil melakukan hal tersebut.
Salah satu ustadz kita berkata kurang lebih seperti ini,

“Dulu guru saya berbicara, jangan semua jadi ustadz, jangan..!,
 jadilah kalian presiden, jadilah kalian menteri-menteri, jadilah kalian hakim. Walaupun kalian berbeda posisi, tapi ingat, hati kalian tetaplah menjadi santri.”

1 comments:

Ikhsan Wa said...

Don't just be the candle... what you need is to be like the sun....

Post a Comment