Kawan.., ketika kita mendapat suatu permasalahan jangan lah kita mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Cepat mengambil keputusan memang perlu tapi coba kita bedakan antara mempercepat dan tergesa-gesa. Gunakan hati dan pikiran secara seimbang agar diperoleh keputusan yang terbaik.Karena disaat kita tergesa-gesa hati inipun menjadi tidak tenang dan keluarlah emosi yang tidak terkontrol. Orang yang mengandalkan emosi itulah yang selalu membuat kondisi hati menjadi tidak tenang dan gelisah padahal ia sendiri menghendaki hati yang tenang.
Ingat kawan.., cepat itu perlu, tapi bukan tergesa-gesa. Pertimbangan itu perlu, tapi bukan untuk memperlambat. Emosi itu perlu, tapi bukan emosi yang tak terkontrol. Semua perlu keseimbangan agar menjadi suatu keadaan yang baik dan harmonis. Kita menginginkan hati dan kehidupan yang tenang dan semua orang menginginkan hal itu. Lalu kenapa kita tidak berusaha memantaskan diri kita agar memperoleh hal itu..?. hati dan kehidupan yang tenang memang selalu muncul setelah kegelisahan melanda hati ini, namun apakah itu adalah ketenangan yang sejati..?
Tenangkanlah hati dan pikiran, lalu lakukanlah yang terbaik untuk sesama. Tampilkan yang terbaik dari diri kita kepada sesama. Untuk memantaskan diri kita bahwa hati dan pikiran ini menginginkan ketenangan dan ingin berbagi ketenangan tersebut kepada sesama. Yang akan menghidupkan kembali hati orang-orang yang sedang gelisah dan kembali menciptakan kebersamaan dengan ketenangan tersebut.
“Tenangkanlah hati dan pikiran.., dan usahakan semua ketenangan tersebut bersumber dari satu pucuk sejati.. pucuk yang terbaik… pucuk keimanan…”
0 comments:
Post a Comment